Senin, 23 Maret 2020

MENJADI DEWASA DI SURABAYA


Haloo bloggers Kali ini saya akan menulis di blog saya tentang menjadi dewasa di surabaya. Masih dengan tugas yang sama kalau yang tulisan sebelumnya tentang hobiku sekarang tengtang menjadi dewasa di surabaya. Mungkin aku perkenalan lagi aja, perkenalkan namaku izmi hajar arafah. Aku merupakan orang surabaya karena ayah ku orang jombang tapi besar dan menetap di surabaya sedangkan ibuku orang asli surabaya. Jadi aku lahir dan besar di surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah jakarta dan merupakan ibu kota provinsi jawa timur. Surabaya juga termasuk sebagai kota metropolitan yang mana dan termasuk kota yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Surabaya tentunya juga merupakan kota dimana banyak sekali kenangan dari aku mulai kecil hingga berkuliah di universitas airlangga. Surabaya menjadi tempat aku tumbuh dewasa hingga sekarang. Banyak faktor yang membuatku menjadi dewasa di kota kelahiranku ini yaitu surabaya. Orang - orang surabaya terkenal dengan orang yang berani hingga tak heran jika banyak orang yang takut sama orang surabaya karena sering berkata kasar dan suaranya keras. Dibalik itu semua sebenarnya orang surabaya merupakan orang yang apa adanya yaitu orang yang jika marah dia akan berkata kasar, jika jengkel dia akan meluapkan emosinya ke orang yang membuat dia jengkel dan marah tanpa ditutup - tutupi. Sehabis dia marah ke orang itu masalah sudah beres dan besok kembali seperti biasa tanpa ada rasa dendam. Arek - arek surabaya juga dikenal dengan berani yaitu berani mengakui kesalahan dan berani maju jika dia benar, walaupun begitu tetap hormat kepada yang lebih tua. Adat seperti itulah yang akhirnya membantuku menjadi dewasa seperti ini.
Hidup di kota metropolitan di Surabaya tentu tidak menjamin seseorang akan menjadi dewasa karena ketersediaan semuanya dapat membuat orang tidak tumbuh menjadi dewasa. Menjadi dewasa bukanlah hanya sekedar umur tetapi perilaku seseorang dapat menandakan apakah seseorang itu sudah dewasa atau belum. Jika ditanya apakah menjadi dewasa di Surabaya susah atau tidak tentu jawabannya tidak karena kita harus sudah bisa membedakan yang mana jalan yang harus kita lalui dan mana yang  tidak, serta tahu kapan kita harus bersenang – senang kapan kita serius, dan dapat menerima kenyataan yang tidak adil. Sedikit cerita bagaimana menjadi dewasa di Surabaya yaitu karena suatu keadaanlah yang membuat saya menjadi dewasa. Hidup di kota Surabaya tentu banyak sekali kebutuhan dan pengeluaran tetapi karena suatu keadaan yang membuat saya harus lebih sabar dan mengurangi biaya pengeluaran sebagai contoh saat saya sekolah menengah pertama, saya bersekolah di salah satu smp bergengsi di Surabaya yang membuat lingkungan di sekitar saya adalah orang berkecukupan tentu itu tidak mudah karena saya masih memiliki 4 saudara yang mana semuanya masih bersekolah, ada yang smp, sma, kuliah dan sd. Karena sebuah keadaan itulah yang membuat saya harus memilah dan memprioritaskan sesuatu. karena itulah saat smp saya belajar untuk menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Tidak hanya pada saat smp, pada sma disitulah titik dimana saya dipaksa untuk menjadi lebih dewasa lagi karena saya harus merelakan salah satu orang tua saya yaitu ibu dan membuat saya harus mengikhlaskan itu. semenjak itu saya harus merubah pola pikir saya yaitu dari yang bergantung seperti membersihkan rumah, masak, mencuci baju, mengatur keuangan, mengatur waktu, menjaga kerukunan dengan saudara dan banyak lagi pola pikir yang harus saya rubah. Yang paling penting adalah mengatur waktu dimana kalau dulu pulang sekolah, makan, ngerjakan tugas, tidur dan kembali berangkat lagi ke sekolah, jalan – jalan bareng teman, ngerjakan tugas di rumah teman, tapi sekarang harus mengurangi jalan – jalan bareng teman, ngerjakan tugas di rumah teman ataupun mengurangi waktu di luar rumah karena banyak sekali yang harus dilakukan di rumah, seperti membersihkan rumah dulu, mencuci baju sendiri dan lain sebagainya. Yang paling sulit yaitu mengolah keuangan karena kalau dulu mau jajan ataupun keluar rumah tinggal minta ibu sekarang harus mengolah uang yang bagaimanapun harus cukup untuk makan, keperluan kuliah hingga ayah pulang kerja ( kerja diluar kota ). Karena di Surabaya banyak sekali gangguannya seperti ajakan untuk jalan – jalan ke mall, nonton konser, ngerjakan tugas di cafĂ©, banyak discountnya yang membuat kita harus bisa membedakan mana yang keperluan yang didahulukan terlebih dahulu. Tentu itu tidak mudah tetapi keadaanlah yang memaksa kita untuk menjadi lebih dewasa lagi. Mungkin itu sedikit pengalamanku bagaimana kita harus menjadi dewasa.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar