Di era digitalisasi seperti saat ini, hampir seluruh layanan jasa dapat diakses melalui online. Mulai dari layanan jasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti berbelanja kebutuhan pokok, membersihkan rumah, perabotan, dsb. Tidak terkecuali pula dengan layanan jasa di bidang pendidikan. Layanan jasa di bidang pendidikan yang dimaksud adalah aktivitas belajar-mengajar yang tidak harus dilakukan dengan tatap muka (konvensional), melainkan secara virtual melalui aplikasi berbasis internet.
Di tengah bermacam-macam aplikasi berbasis internet yang menawarkan jasa mengajar, salah satu aplikasi yang mungkin cukup populer, adalah “RUANGBELAJAR”. Ruang Belajar adalah salah satu sistem yang menawarkan jasa media “pembelajaran” berbasis internet yang dapat diakses baik melalui dekstop maupun berbentuk aplikasi android smartphone. Ruang Belajar yang di-launching tahun 2014, saat ini menawarkan media pembelajaran mulai dari untuk anak SD hingga SMA. Pada kesempatan kali ini, saya akan me-review sistem media pembelajaran “RUANGBELAJAR” khususnya yang berbentuk aplikasi android.
Aplikasi ruangbelajar yang dapat diakses dengan menggunakan smartphone umumnya menawarkan fitur yang sama dengan yang dapat diakses melalui dekstop. Perbedaan yang menonjol hanya terletak pada mobilitasnya saja, di mana ruang belajar dalam aplikasi android dapat dengan mudah diakses dimanapun dan kapanpun melalui smartphone dengan mudah, sehingga penggunaanya dapat dikatakan fleksibel dan praktis.
Ruangbelajar sendiri tidak hanya menawarkan fitur pembahasan bahan ajar sesuai dengan tingkatan kelas melalui video belajar gambar saja, melainkan juga kumpulan soal-soal untuk meningkatkan pemahaman. Namun, yang unik adalah pembahasan jawaban dari kumpulan soal-soal tersebut juga berupa video gambar. Hal ini tentu saja menambah nilai plus ruang belajar sebagai media pembelajaran dibandingkan dengan kumpulan soal-soal dalam buku (media cetak). Dapat dikatakan menambah nilai plus karena pada umumnya siswa lebih tertarik dan lebih memahami penjelasan dengan video (visual) ketimbang dengan tulisan dalam buku yang dinilai membosankan.
Di waktu yang bersamaan ruang belajar sebagai media pembelajaran dapat menggantikan peran bimbingan belajar yang sejak tahun 2000-an mulai populer dikalangan pelajar dan orang tua siswa. Bimbingan belajar populer dikarenakan dapat memberikan tambahan waktu belajar dan membantu siswa dalam memahami lebih jauh mengenai materi yang diajarkan di sekolah. Dalam hal ini, ruang belajar juga mampu memenuhi kriteria tersebut. Justru ruang belajar di sini memiliki nilai unggul lebih daripada bimbingan belajar konvensional di sisi waktu, tenaga, dan anggaran biaya. Di sisi waktu dan tenaga, siswa tidak perlu meluangkan waktu khusus dan tenaga untuk bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam belajar karena ruang belajar dapat di akses kapanpun dan dimanapun sesuka hati. Sedangkan dari sisi anggaran biaya, meskipun ada beberapa fitur dalam ruang belajar yang tidak gratis alias berbayar, namun jika dihitung secara keseluruhan, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar dengan lembaga bimbingan belajar konvensional pada umumnya.
Dilihat dari berbagai keunggulan di atas yang ditawarkan ruangbelajar otomatis membuat kegiatan belajar siswa jauh lebih nyaman dan praktis sekaligus ringan dari segi biaya bagi orang tua siswa. Namun, dari sudut pandang orang tua siswa masih ada beberapa kekurangan yang mungkin membuat beberapa orang tua masih lebih memilih anaknya untuk mengikuti lembaga bimbingan belajar konvensional ketimbang menggunakan aplikasi seperti ruang belajar sebagai media belajar. Kekurangan tersebut adalah sulitnya orang tua siswa dalam memantau perkembangan belajar anak. Apakah anak secara rutin sudah belajar, bagaimana tingkat pemahaman anak, dsb. Selain itu, ruang belajar menargetkan pelajar SD, SMP, dan SMA sebagai pengguna utama aplikasi. Sedangkan pada tahapan umur tersebut, anak masih belum dapat dikatakan mandiri dalam urusan manajemen waktu untuk belajar khususnya. Sehingga beberapa orang tua berfikir belajar dengan menggunakan smartphone justru fokus anak dalam belajar mudah teralihkan pada hal yang lain seperti bermain game, dsb.
Untuk kedepannya, ruang belajar sebagai salah satu media pembelajaran berbasis aplikasi android tidak hanya menargetkan pelajar saja namun juga memiliki fitur yang terhubung dengan orang tua siswa dapat memantau secara berkesinambungan. Dengan begitu, pola belajar konvensional (lembaga bimbingan belajar) yang menguras waktu, tenaga, dan biaya lebih banyak dapat digantikan sekaligus memberikan pandangan pola pembelajaran yang baru dan efektif di era digitalisasi saat ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar